Bab 1:Kimia Dalam Kehidupan
A.Hakikat ilmu kimia
a.pengertian
kimia
Hakekat ilmu kimia adalah bahwa benda itu bisa
mengalami perubahan bentuk, maupun susunan partikelnya menjadi bentuk yang lain
sehingga terjadi deformasi, perubahan letak susunan, ini mempengaruhi
sifat-sifat yang berbeda dengan wujud yang semula.
B.Karakteristik Ilmu
Kimia
1. Sebagian besar ilmu kimia bersifat abstrak
Atom, molekul, dan ion merupakan materi dasar kimia yang tidak nampak, yang menurut siswa membayangkan keberadaan materi tersebut tanpa mengalaminya secara langsung. Karena atom merupakan pusat kegiatan kimia, maka walaupun kita tidak dapat melihat atom secara langsung, tetapi dalam angan-angan kita dapat membentuk suatu gambar untuk mewakili sebuah atom oksigen kita gambarkan secara bulatan.
2. Ilmu kimia merupakan penyederhanaan dari yang sebenarnya
Kebanyakan obyek yang ada di dunia ini merupakan campuran zat-zat kimia yang kompleks dan rumit. Agar segala sesuatunya mudah dipelajari, maka pelajaran kimia dimulai dari gambaran yang disederhanakan, di mana zat-zat dianggap murni atau hanya mengandung dua atau tiga zat saja. Dalam penyederhanaanya diperlukan pemikiran dan pendekatan tertentu agar siswa tidak mengalami salah konsep dalam menerima materi yang diajarkan tersebut.
3. Sifat ilmu kimia berurutan dan berkembang dengan cepat
Seringkali topik-topik kimia harus dipelajari dengan urutan tertentu. Misalnya, kita tidak dapat menggabungkan atom-atom untuk membentuk molekul, jika atom dan karakteristiknya tidak dipelajari terlebih dahulu. Disamping itu, perkembangan ilmu kimia sangat cepat, seperti pada bidang biokimia yang menyelidiki tentang rekayasa genetika, kloning, dan sebagainya. Hal ini menuntut kita semua untuk lebih cepat tanggap dan selektif dalam menerima semua kunjungan tersebut.
C.Metode ilmiah
Atom, molekul, dan ion merupakan materi dasar kimia yang tidak nampak, yang menurut siswa membayangkan keberadaan materi tersebut tanpa mengalaminya secara langsung. Karena atom merupakan pusat kegiatan kimia, maka walaupun kita tidak dapat melihat atom secara langsung, tetapi dalam angan-angan kita dapat membentuk suatu gambar untuk mewakili sebuah atom oksigen kita gambarkan secara bulatan.
2. Ilmu kimia merupakan penyederhanaan dari yang sebenarnya
Kebanyakan obyek yang ada di dunia ini merupakan campuran zat-zat kimia yang kompleks dan rumit. Agar segala sesuatunya mudah dipelajari, maka pelajaran kimia dimulai dari gambaran yang disederhanakan, di mana zat-zat dianggap murni atau hanya mengandung dua atau tiga zat saja. Dalam penyederhanaanya diperlukan pemikiran dan pendekatan tertentu agar siswa tidak mengalami salah konsep dalam menerima materi yang diajarkan tersebut.
3. Sifat ilmu kimia berurutan dan berkembang dengan cepat
Seringkali topik-topik kimia harus dipelajari dengan urutan tertentu. Misalnya, kita tidak dapat menggabungkan atom-atom untuk membentuk molekul, jika atom dan karakteristiknya tidak dipelajari terlebih dahulu. Disamping itu, perkembangan ilmu kimia sangat cepat, seperti pada bidang biokimia yang menyelidiki tentang rekayasa genetika, kloning, dan sebagainya. Hal ini menuntut kita semua untuk lebih cepat tanggap dan selektif dalam menerima semua kunjungan tersebut.
C.Metode ilmiah
1.Pengertian Metode Ilmiah
Metode
ilmiah atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai scientific method
adalah proses berpikir untuk memecahkan masalah secara sistematis,empiris, dan
terkontrol.
Metode ilmiah merupakan proses berpikir untuk memecahkan masalah
Metode ilmiah berangkat dari suatu permasalahan yang
perlu dicari jawaban atau pemecahannya. Proses berpikir ilmiah dalam metode
ilmiah tidak berangkat dari sebuah asumsi, atau simpulan, bukan pula
berdasarkan data atau fakta khusus. Proses berpikir untuk memecahkan
masalah lebih berdasar kepada masalah nyata. Untuk memulai suatu metode ilmiah,
maka dengan demikian pertama-tama harus dirumuskan masalah apa yang sedang
dihadapi dan sedang dicari pemecahannya. Rumusan permasalahan ini akan menuntun
proses selanjutnya.
Pada Metode Ilmiah, proses berpikir dilakukan secara sistematis
Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan secara
sistematis dengan bertahap, tidak zig-zag. Proses berpikir yang sistematis ini
dimulai dengan kesadaran akan adanya masalah hingga terbentuk sebuah
kesimpulan. Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan sesuai
langkah-langkah metode ilmiah secara sistematis dan berurutan.
Metode ilmiah didasarkan pada data empiris
Setiap metode ilmiah selalu disandarkan pada data
empiris. maksudnya adalah, bahwa masalah yang hendak ditemukan pemecahannya
atau jawabannya itu harus tersedia datanya, yang diperoleh dari hasil
pengukuran secara objektif. Ada atau tidak tersedia data empiris merupakan salah
satu kriteria penting dalam metode ilmiah. Apabila sebuah masalah dirumuskan
lalu dikaji tanpa data empiris, maka itu bukanlah sebuah bentuk metode ilmiah.
Pada metode ilmiah, proses berpikir dilakukan secara terkontrol
Di saat
melaksanakan metode ilmiah, proses berpikir dilaksanakan secara terkontrol.
Maksudnya terkontrol disini adalah, dalam berpikir secara ilmiah itu dilakukan
secara sadar dan terjaga, jadi apabila ada orang lain yang juga ingin
membuktikan kebenarannya dapat dilakukan seperti apa adanya. Seseorang yang
berpikir ilmiah tidak melakukannya dalam keadaan berkhayal atau bermimpi, akan
tetapi dilakukan secara sadar dan terkontrol.
2.Langkah-Langkah Metode Ilmiah
Karena metode ilmiah dilakukan secara sistematis dan
berencana, maka terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan secara urut dalam
pelaksanaannya. Setiap langkah atau tahapan dilaksanakan secara terkontrol dan
terjaga. Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:
1.
Merumuskan masalah.
2.
Merumuskan hipotesis.
3.
Mengumpulkan data.
4.
Menguji hipotesis.
5.
Merumuskan kesimpulan.
Merumuskan Masalah
Berpikir ilmiah melalui metode ilmiah didahului dengan
kesadaran akan adanya masalah. Permasalahan ini kemudian harus dirumuskan dalam
bentuk kalimat tanya. Dengan penggunaan kalimat tanya diharapkan akan
memudahkan orang yang melakukan metode ilmiah untuk mengumpulkan data yang
dibutuhkannya, menganalisis data tersebut, kemudian menyimpulkannya.Permusan
masalah adalah sebuah keharusan. Bagaimana mungkin memecahkan sebuah
permasalahan dengan mencari jawabannya bila masalahnya sendiri belum
dirumuskan?
Merumuskan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan
masalah yang masih memerlukan pembuktian berdasarkan data yang telah
dianalisis. Dalam metode ilmiah dan proses berpikir ilmiah, perumusan hipotesis
sangat penting. Rumusan hipotesis yang jelas dapat memabntu mengarahkan pada
proses selanjutnya dalam metode ilmiah. Seringkali pada saat melakukan
penelitian, seorang peneliti merasa semua data sangat penting. Oleh karena itu melalui
rumusan hipotesis yang baik akan memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data
yang benar-benar dibutuhkannya. Hal ini dikarenakan berpikir ilmiah dilakukan
hanya untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan.
Mengumpulkan Data
Pengumpulan data merupakan tahapan yang agak berbeda
dari tahapan-tahapan sebelumnya dalam metode ilmiah. Pengumpulan data dilakukan
di lapangan. Seorang peneliti yang sedang menerapkan metode ilmiah perlu
mengumpulkan data berdasarkan hipotesis yang telah dirumuskannya. Pengumpulan
data memiliki peran penting dalam metode ilmiah, sebab berkaitan dengan
pengujian hipotesis. Diterima atau ditolaknya sebuah hipotesis akan bergantung
pada data yang dikumpulkan.
Menguji Hipotesis
Sudah disebutkan sebelumnya bahwa hipotesis adalah jawaban
sementaradari suatu permasalahan yang telah diajukan. Berpikir ilmiah pada
hakekatnya merupakan sebuah proses pengujian hipotesis. Dalam kegiatan atau
langkah menguji hipotesis, peneliti tidak membenarkan atau menyalahkan
hipotesis, namun menerima atau menolak hipotesis tersebut. Karena itu, sebelum
pengujian hipotesis dilakukan, peneliti harus terlebih dahulu menetapkan taraf
signifikansinya. Semakin tinggi taraf signifikansi yang tetapkan maka akan
semakin tinggi pula derjat kepercayaan terhadap hasil suatu penelitian.Hal ini
dimaklumi karena taraf signifikansi berhubungan dengan ambang batas kesalahan
suatu pengujian hipotesis itu sendiri.
Merumuskan Kesimpulan
Langkah
paling akhir dalam berpikir ilmiah pada sebuah metode ilmiah adalah kegiatan
perumusan kesimpulan. Rumusan simpulan harus bersesuaian dengan masalah yang
telah diajukan sebelumnya. Kesimpulan atau simpulan ditulis dalam bentuk
kalimat deklaratif secara singkat tetapi jelas. Harus dihindarkan untuk menulis
data-data yang tidak relevan dengan masalah yang diajukan, walaupun dianggap
cukup penting. Ini perlu ditekankan karena banyak peneliti terkecoh dengan
temuan yang dianggapnya penting, walaupun pada hakikatnya tidak relevan dengan
rumusan masalah yang diajukannya.
D.Keselamatan kerja di laboraturium
a. Tata Tertib
di Laboratorium
Tata tertib
ini penting untuk menjaga kelancaran dan keselamatan bekerja/praktikum di
dalam laboratorium. Berikut ini beberapa contoh tata tertib.
1.
Alat-alat serta bahan yang ada di dalam laboratorium
tidak diperkenankan diambil keluar tanpa seizin guru.
2.
Alat dan bahan harus digunakan sesuai dengan petunjuk
praktikum yang diberikan.
3.
Jika dalam melakukan percobaan tidak mengerti atau
ragu-ragu, hendaknya segera bertanya kepada guru.
4.
Bekerja di laboratorium hendaknya memakai jas
laboratorium.
5.
Jika ada alat yang rusak atau pecah, hendaknya dengan
segera dilaporkan kepada guru.
6.
Jika terjadi kecelakaan, sekalipun kecil, seperti kena
kaca, terbakar, atau terkena bahan kimia, hendaknya segera dilaporkan ke guru.
7.
Etiket (label) bahan yang hilang atau rusak harus
segera diberitahukan kepada guru, agar dapat segera diganti.
8.
Tidak diperkenankan makan, minum dan merokok di dalam
laboratorium.
9.
Setelah selesai percobaan, alat-alat hendaknya
dikembalikan ke tempat semula dalam keadaan bersih.
10.
Buanglah sampah pada tempatnya.
11.
Sebelum meninggalkan laboratorium, meja praktikum
harus dalam keadaan bersih, kran air dan gas ditutup, dan kontak listrik
dicabut.
b.Alat Alat Laboratorium dan kegunaanya
1. Pembakar kaki 3

Kaki tiga sebagai penyangga pembakar spirtus.
2. Segitiga porselin (Clay triangle)
Untuk menahan wadah, misalnya krus pada saat pemanasan ataau corong pada waktu penyaringan.
3. Cawan porselin
Untuk menahan wadah, misalnya krus pada saat pemanasan ataau corong pada waktu penyaringan.
3. Cawan porselin
Untuk
menguapkan larutan atau mengeringkan zat padat yang basah. Terbuat dari
porcelain. Dan jika dipanaskan pakai kasa asbes.
4. Pinggan poselin
Untuk menguapkan larutan, sehingga lebih pekat atau menjadi kering dan mengkristalkan zat serta penyubliman.
5. Tabung reaksi (test tube, culture tube)
Untuk menguapkan larutan, sehingga lebih pekat atau menjadi kering dan mengkristalkan zat serta penyubliman.
5. Tabung reaksi (test tube, culture tube)
Fungsi tabung reaksi adalah sebgai
wadah mereaksikan dua atau lebih larutan / bahan kimia, untuk pengembangan
mikroba.
6. Gelas piala/gelas beker (Beaker glass)
6. Gelas piala/gelas beker (Beaker glass)

Beaker Glass atau gelas piala merupakan wadah yang
terbuat dari borosilikat. Gelas piala yang digunakan untuk bahan kimia yang
bersifat korosif terbuat dari PTPE. Untuk mencegah kontaminasi atau hilangnya
cairan dapat digunakan gelas arloji sebagai penutup.
Fungsi beaker Glass ( Gelas Piala ) : untuk mengaduk, mencampur dan memanaskan cairan. . Gelas piala tidak dapat digunakan untuk mengukur volume.
Fungsi beaker Glass ( Gelas Piala ) : untuk mengaduk, mencampur dan memanaskan cairan. . Gelas piala tidak dapat digunakan untuk mengukur volume.
7. Erlenmeyer
Fungsi Erlenmeyer : Erlenmeyer digunakan dalam proses titrasi untuk menampung larutan
yang akan dititrasi.
Dalam mikrobiologi, erlenmeyer digunakan untuk pembiakan mikroba. Erlenmeyer tidak dapat digunakan untuk mengukur volume.
Dalam mikrobiologi, erlenmeyer digunakan untuk pembiakan mikroba. Erlenmeyer tidak dapat digunakan untuk mengukur volume.
8. Gelas ukur (graduated cylinder, measuring cylinder)
Gelas ukur dapat terbuat dari gelas (polipropilen) ataupun plastik.
Fungsi Gelas ukur adalah untuk mengukur volume 10 hingga 2000 mL. Gelas ukur dapat digunakan untuk mengukur volume segala benda, baik benda cair maupun benda padat pada berbagai ukuran volume.
Fungsi Gelas ukur adalah untuk mengukur volume 10 hingga 2000 mL. Gelas ukur dapat digunakan untuk mengukur volume segala benda, baik benda cair maupun benda padat pada berbagai ukuran volume.
9. Pipet gondok
Digunakan
untuk mengambil larutan dengan volume tertentu sesuai dengan label yang tertera
pada bagian pada bagian yang menggembung.
10. Pipet ukur
Untuk mengukur volume larutan
11. Buret
11. Buret

Fungsinya adalah untuk mengukur volume larutan dengan presisi tinggi seperti titrasi dengan berbagai ukuran volume
12. Labu ukur
Untuk
membuat dan atau mengencerkan larutan dengan ketelitian yang tinggi.
13. Batang pengaduk
Batang
pengaduk, terbuat dari gelas digunakan untuk mengaduk larutan.
14. Corong
Fungsi nya
adalah membantu memindahkan cairan dari wadah yang satu ke wadah yang lain
terutama yang bermulut kecil serta digunakan untuk menyimpan kertas saring
dalam proses penyaringan
15. Gelas arloji (watch glass)
15. Gelas arloji (watch glass)
Fungsi gelas arloji adalah untuk menyimpan bahan yang akan ditimbang terutama untuk bahan padat atau pasta. Dapat pula digunakan saat menutup wadah saat proses penguapan
16. Klem buret

Memegang buret yang digunakan untuk titrasi
c.Simbol Simbol Pada
Bahan Kimia
|
Simbol
|
Keterangan
|
|
Nama : Irritant
Lambang : Xi
Arti : Bahan
yang dapat menyebabkan iritasi, gatal-gatal dan dapat menyebabkan luka bakar
pada kulit.
Tindakan : Hindari
kontak langsung dengan kulit.
Contoh : NaOH, C6H5OH,
Cl2
|
![]() |
Nama : Harmful
Lambang : Xn
Arti : Bahan
yang dapat merusak kesehatan tubuh bila kontak langsung dengan tubuh atau
melalui inhalasi.
Tindakan :
Jangan dihirup, jangan ditelan dan hindari kontak langsung dengan
kulit.
|
![]() |
Nama : Toxic
Lambang : T
Arti : Bahan
yang bersifat beracun, dapat menyebabkan sakit serius bahkan kematian bila
tertelan atau terhirup.
Tindakan : Jangan
ditelan dan jangan dihirup, hindari kontak langsung dengan kulit.
Contoh : Metanol,
Benzena.
|
![]() |
Nama : Very
Toxic
Lambang : T+
Arti : Bahan
yang bersifat sangat beracun dan lebih sangat berbahaya bagi kesehatan yang
juga dapat menyebabkan sakit kronis bahkan kematian.
Tindakan : Hindari
kontak langsung dengan tubuh dan sistem pernapasan.
Contoh : Kalium sianida, Hydrogen sulfida, Nitrobenzene
dan Atripin.
|
|
Nama : Corrosive
Lambang : C
Arti : Bahan
yang bersifat korosif, dapat merusak jaringan hidup, dapat menyebabkan
iritasi pada kulit, gatal-gatal dan dapat membuat kulit mengelupas.
Tindakan : Hindari
kontak langsung dengan kulit dan hindari dari benda-benda yang bersifat
logam.
Contoh : HCl, H2SO4,
NaOH (>2%)
|
|
|
Nama : Flammable
Arti : Bahan
kimia yang mempunyai titik nyala rendah, mudah terbakar dengan api bunsen,
permukaan metal panas atau loncatan bunga api.
Tindakan : Jauhkan
dari benda-benda yang berpotensi mengeluarkan api.
Contoh : Minyak terpentin.
|
|
|
Nama : Highly
Flammable
Lambang : F
Arti : Mudah
terbakar di bawah kondisi atmosferik biasa atau mempunyai titik nyala rendah
(di bawah 21°C) dan mudah terbakar di bawah pengaruh kelembapan.
Tindakan : Hindari dari sumber api, api terbuka
dan loncatan api, serta hindari pengaruh pada kelembaban tertentu.
Contoh
: Aseton dan Logam
natrium.
|
|
![]() |
Nama : Extremely
Flammable
Lambang : F+
Arti : Bahan
yang amat sangat mudah terbakar. Berupa gas dan udara yang membentuk suatu
campuran yang bersifat mudah meledak di bawah kondisi normal.
Tindakan : Jauhkan
dari campuran udara dan sumber api.
Contoh : Dietil eter (cairan) dan Propane
(gas).
|
|
Nama : Explosive
Lambang : E
Arti : Bahan
kimia yang mudah meledak dengan adanya panas atau percikan bunga api, gesekan
atau benturan.
Tindakan : Hindari
pukulan/benturan, gesekan, pemanasan, api dan sumber nyala lain bahkan
tanpa oksigen atmosferik.
Contoh : KClO3,
NH4NO3, Trinitro
Toluena (TNT).
|
![]() |
Nama : Oxidizing
Lambang : O
Arti : Bahan
kimia bersifat pengoksidasi, dapat menyebabkan kebakaran dengan menghasilkan
panas saat kontak dengan bahan organik dan bahan pereduksi.
Tindakan : Hindarkan
dari panas dan reduktor.
Contoh : Hidrogen peroksida, Kalium perklorat.
|
|
Nama : Dengerous
For the Environment
Lambang : N
Arti : Bahan
kimia yang berbahaya bagi satu atau beberapa komponen lingkungan. Dapat
menyebabkan kerusakan ekosistem.
Tindakan : Hindari kontak atau bercampur dengan lingkungan yang
dapat membahayakan makhluk hidup.
Contoh : Tributil timah
klorida, Tetraklorometan, Petroleum bensin.
|
E.Peran Kimia Dalam Kehidupan
Seiring
dengan perkembangan zaman yang semakin pesat, baik dalam bidang informasi,
komunikasi dan IPTEK. Ilmu kimia juga semakin berkembang secara siknifikan, ini
ditandai dengan digunakannya ilmu kimia dalam produk-produk yang dihasilkan
manusia, seperti : sabun, detergen, pasta gigi, sampo, kosmetik, obat, dan produk-produk
yang dibutuhkan lainnya. Ilmu kimia juga sangat berpengaruh dan memiliki peran
yang penting dalam perkembangan ilmu lain, seperti : geologi, pertanian,
kesehatan dan dalam menyelesaikan masalah global.
Peran ilmu
kimia untuk membantu pengembangan ilmu lainnya seperti pada bidang geologi,
sifat-sifat kimia dari berbagai material bumi dan teknik analisisnya telah
mempermudah geolog dalam mempelajari kandungan material bumi; logam maupun
minyak bumi.
Pada bidang
pertanian, analis kimia mampu memberikan informasi tentang kandungan tanah yang
terkait dengan kesuburan tanah, dengan data tersebut para petani dapat
menetapkan tumbuhan/tanaman yang tepat. Kekurangan zat-zat yang dibutuhkan
tanaman dapat dipenuhi dengan pupuk buatan, demikian pula dengan serangan hama
dan penyakit dapat menggunakan pestisida dan Insektisida.
Dalam bidang kesehatan, ilmu kimia cukup memberikan kontribusi, dengan diketemukannya jalur perombakan makanan seperti karbohidrat, protein dan lipid. Hal ini mempermudah para ahli bidang kesehatan untuk mendiagnosa berbagai penyakit. Interaksi kimia dalam tubuh manusia dalam sistem pencernaan, pernafasan, sirkulasi, ekskresi, gerak, reproduksi, hormon dan sistem saraf, juga telah mengantarkan penemuan dalam bidang farmasi khususnya penemuan obat-obatan
Dalam bidang kesehatan, ilmu kimia cukup memberikan kontribusi, dengan diketemukannya jalur perombakan makanan seperti karbohidrat, protein dan lipid. Hal ini mempermudah para ahli bidang kesehatan untuk mendiagnosa berbagai penyakit. Interaksi kimia dalam tubuh manusia dalam sistem pencernaan, pernafasan, sirkulasi, ekskresi, gerak, reproduksi, hormon dan sistem saraf, juga telah mengantarkan penemuan dalam bidang farmasi khususnya penemuan obat-obatan
1.
Di bidang pertanian
Ambil contoh
ketika tumbuhan membutuhkan air serta tanah yang subur. Namun dibidang
pertanian modern, telah menggunakan pupuk dan pestisida. manfaat pupuk untuk
tumbuhan ialah Merangsang pertumbuhan akar, batang dan daun serat Meningkatkan
mutu dan jumlah hasil yang baik. karena pupuk adalah senyawa kimia anarganik
yang dijumpai di alam atau dibuat manusia yang memiliki nilai hara langsung
atau tidak langsung bagi tanaman. Penggunaan pestisida dapat memusnahkan hama-hama,
dan meningkatkan produksi tumbuhan dengan cepat. namun dapat membahayakan bagi
kesehatan manusia.
2.
Di bidang kedokteran
Di bidang
ini banyak dijumpai manfaatnya, seperti obat-obatan yang membantu penyembuhan
pasien, karena obat adalah hasil dari penelitian dibidang kimia farmasi.
3.
Di bidang pangan
Adanya
komposisi pada makanan, yang bermanfaat bagi manusia. penggunaan mikroorganisme/bakteri
pada makanan, contoh pembuatan kecap, tempe, dan yoghurt.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar